Jika kita berada di Merkurius, kita dapat menyaksikan Matahari
bergerak retrograde di langit. Di satu lokasi, setelah terbit di timur
dan sebelum melintasi meridian, Matahari akan sedikit bergerak mundur,
berhenti, lalu kembali bergerak ke barat hingga terbenam. Silakan lihat
sendiri dengan menggunakan program simulasi langit (misalnya
Stellarium). Penyebab gerak retrograde Matahari itu adalah karena saat
itu laju sudut revolusi Merkurius menjadi sama dengan laju sudut
rotasinya.
Merkurius mengelilingi Matahari selama 88 hari Bumi, sedangkan
periode rotasinya adalah 58,7 hari Bumi. Kita bisa lihat bahwa
perbandingan periode revolusi dan rotasinya adalah 2/3. Artinya, planet
ini menyelesaikan 2 kali revolusinya dalam waktu yang bersamaan dengan 3
kali rotasi. Meskipun begitu, Merkurius membutuhkan 176 hari Bumi untuk
mengalami sekali siang-malam. Berarti satu hari di Merkurius jauh lebih
lama daripada satu tahunnya.
Hubungan antara periode rotasi dan revolusi tersebut (disebut juga
dengan resonansi) adalah hal yang unik di tata surya. Resonansi yang
umum terdapat di tata surya adalah 1:1. Artinya, periode rotasi sama
dengan periode revolusi. Misalnya pada sistem Pluto dan Charon, yang
keduanya memiliki periode rotasi yang sama dengan periode revolusi
Charon terhadap Pluto. Akibatnya, Pluto dan Charon saling menunjukkan
permukaan yang sama sepanjang waktu. Bulan juga memiliki resonansi
rotasi-revolusi 1:1 karena periode rotasinya sama dengan periodenya
mengelilingi Bumi, sehingga permukaan Bulan yang terlihat dari Bumi
selalu tetap.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








0 komentar:
Posting Komentar